Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menjadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 di Kota Timika, Kabupaten Mimika. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 31 Oktober 2026 dan melibatkan berbagai unsur penyelamatan serta penanggulangan keadaan darurat.
Dukungan itu ditunjukkan melalui kehadiran seluruh kepala daerah di Papua Tengah pada pembukaan kegiatan. Pemerintah daerah menilai penyelenggaraan IFRC menjadi kesempatan penting untuk memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, dan memperluas jejaring profesional di bidang penyelamatan.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan kehadiran para kepala daerah mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mendukung PTFI dan seluruh rangkaian kompetisi. Ia berharap kegiatan tersebut berjalan baik, memberikan kebanggaan bagi masyarakat, serta membawa manfaat bagi perusahaan dan Indonesia.
Selain menjadi ajang kompetisi, IFRC dinilai dapat mempertemukan para praktisi fire and rescue dari berbagai daerah untuk bertukar pengalaman dan menguji kesiapan menghadapi situasi darurat. Berdasarkan informasi yang disadur dari ANTARA News Papua, penyelenggaraan ini juga menjadi kali ketiga PTFI dipercaya sebagai tuan rumah setelah sebelumnya pada 1996 dan 2005.
Kompetisi untuk Memperkuat Kesiapsiagaan
Gubernur Meki mengapresiasi kontribusi PTFI terhadap masyarakat dan pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Menurut dia, perusahaan tersebut tumbuh di tengah tantangan operasional yang unik dan kompleks di Tanah Papua, sehingga dituntut terus beradaptasi, membangun kompetensi, dan memenuhi standar keselamatan kelas dunia.
Pengalaman itu menjadi modal penting untuk menyelenggarakan kompetisi yang tidak hanya menampilkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat praktik keselamatan dalam lingkungan kerja. Semangat “tumbuh bersama Papua, berkarya untuk Indonesia” diharapkan dapat diterjemahkan melalui kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas dan keselamatan nasional.
IFRC 2026 juga melibatkan perhatian terhadap kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi keadaan darurat. Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai instansi terkait memiliki peran penting agar setiap insiden dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Gubernur mengajak seluruh pihak menggunakan kompetisi ini untuk memperkuat jejaring, mengasah keterampilan, serta membangun kesiapsiagaan bersama. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada arena perlombaan, tetapi dapat mendukung sistem penanganan darurat di daerah dan tingkat nasional.
Pembelajaran bagi Pelajar dan Praktisi
Keterlibatan pelajar dalam rangkaian IFRC 2026 menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan nilai keselamatan dan kerja sama sejak dini. Gubernur Meki berpesan agar para pelajar menyaksikan kompetisi dengan saksama, mempelajari berbagai keterampilan yang ditampilkan, dan menjadikannya bekal untuk masa depan.
Pesan tersebut menempatkan kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran publik yang mempertemukan pendidikan, pengalaman lapangan, serta pengenalan terhadap profesi di bidang keselamatan dan penyelamatan. Bagi generasi muda Papua, kegiatan itu dapat membuka wawasan mengenai pentingnya disiplin, komunikasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab dalam menghadapi risiko.
Ketua Panitia IFRC 2026 Periyadi menegaskan bahwa kompetisi bukan semata-mata tentang kecepatan, perolehan skor, atau peserta yang berada di podium tertinggi. Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat jejaring profesional antarpraktisi fire and rescue di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan operasi penyelamatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga komunikasi efektif, kepemimpinan yang baik, kepercayaan antaranggota tim, dan komitmen bersama terhadap keselamatan. Karena itu, para peserta didorong berkompetisi secara sportif dan profesional dengan menjadikan proses belajar sebagai tujuan utama.
Nilai keselamatan menjadi pesan utama yang ditekankan dalam penyelenggaraan IFRC 2026. Gubernur Meki mengingatkan bahwa keselamatan harus melekat dalam setiap keputusan dan tindakan, dimulai dari diri sendiri, dibangun sejak dari rumah, serta diterapkan ketika seseorang memasuki lingkungan kerja.
Dukungan Papua Tengah terhadap PTFI sebagai tuan rumah menunjukkan bahwa kegiatan industri dapat berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas masyarakat, tata kelola keselamatan, dan kemitraan antarlembaga. Dari Timika, kompetisi ini diharapkan melahirkan praktik baik yang memperkuat kesiapan personel, memperluas kolaborasi, serta mendukung keselamatan kerja dan penanganan bencana di Indonesia.


